Bulog Siapkan Anggaran Serap Gabah dan Jagung Capai Rp68,6 Triliun | IVoox Indonesia

April 14, 2026

Bulog Siapkan Anggaran Serap Gabah dan Jagung Capai Rp68,6 Triliun

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/Harianto

IVOOX.id – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut total anggaran penyerapan gabah hingga jagung pakan sesuai penugasan pemerintah mencapai Rp68,6 triliun sebagai dukungan penguatan ketahanan pangan nasional.

"Total anggaran untuk serapan gabah, kemudian kedelai, sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," kata Rizal usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026), dikutip dari Antara.

Rizal mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi petani dalam negeri secara optimal guna menjaga stabilitas pasokan pangan nasional tanpa importasi.

Dalam kesempatan itu, Bulog juga melaporkan capaian penyerapan beras hingga 13 April 2026 telah mencapai sekitar 48,7 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 4 juta ton.

Capaian tersebut setara dengan sekitar 1,9 juta ton beras yang berhasil diserap sepanjang periode berjalan pada awal tahun 2026 hingga pertengahan April.

Sementara itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 4,727 juta ton dan diproyeksikan akan menembus angka 5 juta ton dalam waktu dekat seiring percepatan penyerapan gabah petani.

Kebijakan penyerapan tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menetapkan target penyerapan gabah setara beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton, meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton. Bulog menargetkan target penyerapan di tahun ini dapat tercapai di akhir Juli mendatang.

Pemerintah juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram (kg) untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Selain beras, Bulog juga mendapatkan penugasan untuk menyerap jagung pipil kering sebanyak 1 juta ton guna memperkuat cadangan pangan komoditas strategis lainnya.

Penugasan tersebut diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 yang menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram.

Dalam aturan tersebut, jagung yang diserap harus memenuhi kriteria usia panen dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen sesuai standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.

Bulog mencatat hingga 5 April 2026, realisasi pengadaan jagung pipil kering oleh BUMN pangan itu telah mencapai 131.673 ton sebagai bagian dari upaya memenuhi target nasional.

Rizal menegaskan komitmen pemerintah menjaga ketersediaan pangan nasional tetap aman dan stabil, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan geopolitik global.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik terbitnya Inpres pengadaan beras dan jagung tersebut yang menjadi salah satu bukti komitmen Presiden Prabowo dalam melindungi petani di dalam negeri.

0 comments

    Leave a Reply