Harga Minyak Melonjak 8 Persen Gegara Trump Ancam Blokade Selat Hormuz | IVoox Indonesia

April 15, 2026

Harga Minyak Melonjak 8 Persen Gegara Trump Ancam Blokade Selat Hormuz

Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz
Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz, Teluk Persia. /ANTARA/Anadolu/py.

IVOOX.id – Harga minyak global melonjak 8 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman blokade Selat Hormuz, dengan harga minyak mentah Brent mencapai 102 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel, menurut data perdagangan.

Mengutip Antara, pada Minggu 12 April 2026, pukul 22:01 GMT atau Senin pukul 05.01 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni secara berjangka diperdagangkan naik 7,76 persen dari penutupan sebelumnya 102,59 dolar AS per barel; sementara harga minyak mentah WTI berjangka Mei naik 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta).

Sebelumnya, Sabtu 11 April 2026, Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan, setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dengan Iran.

Namun, Wakil Presiden AS J.D. Vance, selaku kepala delegasi pembicaraan dari pihak AS, mengumumkan pada Minggu, 12 April 2026, pagi bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi panjang. Tim AS pun pulang dari Islamabad dengan tangan kosong.

Trump pun mengumumkan bahwa AS akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat semua kapal yang membayar kepada Iran untuk melewati selat tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan blokade di Selat Hormuz akan dikecualikan terhadap kapal yang melintas baik menuju maupun dari pelabuhan-pelabuhan negara selain Iran.

Mengutip Antara, pihak militer AS pada Minggu, 12 April 2026, menyatakan akan mulai memblokade seluruh pelabuhan di Iran setelah maraton perundingan perdamaian antara Washington dengan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu disampaikan CENTCOM beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa angkatan laut negaranya telah memulai proses penutupan Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, blokade tersebut akan menghalangi seluruh kapal untuk masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu Washington.

Sementara itu, frustrasi karena kegagalan negosiasi tingkat tinggi di Pakistan selama akhir pekan, Trump mengecam Iran di media sosial dengan mengatakan bahwa Iran tidak mau meninggalkan ambisi nuklir dan dengan sengaja menolak membuka kembali jalur pelayaran utama dunia.

Di sela-sela perundingan di Islamabad, Pakistan, Minggu, 12 April 2026, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa pihaknya membawa proposal sederhana yang disebut sebagai tawaran terakhir dan terbaik bagi Iran. Vance menyampaikan hal itu dalam konferensi pers singkat di Islamabad usai hampir 21 jam perundingan, tanpa merinci isi proposal tersebut.

Pekan lalu, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang mereka yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Keduanya tidak dapat mempersempit perbedaan pandangan mereka mengenai pembukaan kembali jalur air Selat Hormuz dan poin-poin penting lainnya yang masih menjadi kendala.

Penghentian hampir total pengiriman di Selat Hormuz, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari lalu, telah mengacaukan pasar global dan mengganggu rantai pasokan.

Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati koridor maritim ini pada waktu normal dan vital untuk transportasi gas alam cair, pupuk, dan sumber daya lainnya.

0 comments

    Leave a Reply