Luas Panen Padi di Jabar Meningkat Sepanjang 2025, Indramayu Penyumbang Tertinggi | IVoox Indonesia

February 5, 2026

Luas Panen Padi di Jabar Meningkat Sepanjang 2025, Indramayu Penyumbang Tertinggi

antarafoto-panen-padi-di-ciamis-turun-akibat-serangan-hama-wereng-1757062904-1
Petani merontokan padi hasil panen di Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (5/9/2025). Sejumlah petani di Ciamis pada musim panen raya ini mengeluhkan turunnya hasil produksi padi dari biasanya empat ton menjadi dua ton gabah kering per hektare akibat diserang hama wereng dan dilanda musim kemarau basah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

IVOOX.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi di Jawa Barat pada 2025 mengalami peningkatan sebanyak 0,28 juta hektare atau 18,97 persen dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang sebesar 1,48 juta hektare. Berdasarkan angka tetap 2025, luas panen padi Jawa Barat pada 2025 mencapai 1,76 juta hektare.

Produksi padi dihitung dengan metode yang mengintegrasikan dua sistem pengumpulan data, yaitu survei kerangka sampel area (KSA) yang menghasilkan luas panen dan survei ubinan yang menghasilkan produktivitas padi. 

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar Ninik Anisah mengatakan, Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan lahan baku sawah (LBS) terluas yaitu seluas 126.088 hektare disusul Karawang 100.016 hektare dan Subang 91.797 hektare. 

"Luas panen yang dihasilkan setiap subround (periode) mengalami peningkatan pada periode 2025 dibandingkan 2024," ujar Ninik dalam siaran pers yang diterima ivoox.id, Selasa (3/2/2026).

Peningkatan luas penen terbesar terjadi pada Subround 1 yang meningkat sebesar 38,54 persen atau 0,16 juta hektare dibandingkan Subround 1 Tahun 2024. 

Sedangkan pada Subround 2, peningkatan luas panen terjadi sebesar 10,72 persen atau 0,06 juta hektare dibandingkan periode yang sama pada 2024. Kemudian pada Subround 3, peningkatan yang terjadi sebesar 12,26 persen atau 0,05 juta hektare dibandingkan Subround 3 pada 2024. 

Lebih lanjut ia menyampaikan potensi luas panen padi selama Januari – Maret 2026, didapat dari hasil amatan fase tanaman padi hasil Survei KSA pada Desember 2025. Diperkirakan potensi luas panen padi Jawa Barat selama bulan Januari – Maret 2026 mencapai 0,42 juta hektare sehingga mengalami peningkatan sebesar 0,07 juta hektare atau 20,89 persen jika dibandingkan dengan realisasi luas panen bulan Januari – Maret 2025 sebesar 0,35 juta hektare.

Berdasarkan angka tetap 2025, produksi padi di Jawa Barat sebesar 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami peningkatan 1,60 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagai dampak dari peningkatan luas panen yang terjadi.

Sementara itu potensi produksi padi Jawa Barat selama periode bulan Januari – Maret 2026 diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, atau diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,45 juta ton (22,32 persen) dibandingkan 2025 yang mencapai 2,03 juta ton.

“Berdasarkan angka tetap 2025, produksi beras di Jawa Barat sebesar 5,91 juta ton beras dimana mengalami peningkatan 0,92 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak dari peningkatan produksi padi yang terjadi," kata Ninik.

Potensi produksi beras Jawa Barat selama periode bulan Januari – Maret 2026 diperkirakan mencapai 1,43 juta ton, atau diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,26 juta ton (22,32 persen) dibandingkan 2025 yang mencapai 1,17 juta ton.

0 comments

    Leave a Reply