Rosan Sebut Investor Global Tetap Komit Tanam Modal di Indonesia | IVoox Indonesia

April 14, 2026

Rosan Sebut Investor Global Tetap Komit Tanam Modal di Indonesia

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada perd usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

IVOOX.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan, investor global dari sejumlah negara mitra utama tetap berkomitmen menanamkan modal di Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Ia menyebutkan bahwa komitmen tersebut terlihat dari hasil pertemuan langsung pemerintah dengan pelaku usaha di berbagai negara.

“Sejauh ini mereka tetap berkomitmen dan investasi tetap berjalan. Terutama di bidang-bidang berbagai macam industri, hilirisasi," kata Rosan usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, negara mitra seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang menurutnya selama ini masuk kelompok lima besar investor di Indonesia masih menunjukkan minat kuat untuk melanjutkan investasi.

Menurut Rosan, hasil pertemuan dengan pelaku usaha di negara-negara tersebut menunjukkan bahwa kondisi global saat ini belum mengganggu rencana investasi mereka di Indonesia.

Selain itu, Rosan mengungkapkan minat investasi dari kawasan Timur Tengah juga meningkat di tengah dinamika global saat ini.

“Ini justru para investor yang melalui negara-negara Timur Tengah berbicara juga secara intens kepada kami dan kami pun secara aktif juga bertemu dengan para potensial investor itu,” ujar dia.

Ia mengatakan, dalam setiap kunjungan luar negeri, pemerintah secara aktif berdialog dengan investor baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas untuk memperoleh masukan langsung.

“Baik dalam pertemuan besar yang 100 sampai 200 orang, maupun dengan pertemuan yang kecil, 12 orang, 10 orang, di setiap negara, itu kita mendapatkan masukan dan input secara langsung,” ungkapnya.

Rosan menilai stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi Indonesia menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor global.

Di sisi lain, aktivitas usaha di dalam negeri juga menunjukkan tren peningkatan. Rosan menyebut angka pendaftaran dari pelaku usaha dalam negeri juga meningkat.

“Dari lima bulan terakhir itu 1,8 juta pendaftaran baik dari segi UMKM-nya maupun pengusaha kita yang ingin berinvestasi,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah juga mencatat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 31 Maret 2026 berhasil memperkuat komitmen investasi sebesar sekitar 23,6 miliar dolar AS atau setara Rp401 triliun untuk berbagai proyek strategis.

Selain itu, kunjungan Presiden ke Korea Selatan pada 1 April 2026 juga menghasilkan komitmen investasi yang signifikan, termasuk penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun.

Rosan menilai berbagai komitmen tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Menurut Rosan, kombinasi antara stabilitas nasional, meningkatnya aktivitas usaha domestik, serta dukungan investasi global menjadi faktor yang menjaga arus investasi tetap positif.

0 comments

    Leave a Reply