Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo–Gibran Capai 74,1 Persen | IVoox Indonesia

April 17, 2026

Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo–Gibran Capai 74,1 Persen

Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi
Tangkapan layar - Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi dalam rilis daring hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional diikuti di Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/Youtube Poltracking Indonesia/Devi

IVOOX.id – Hasil survei nasional yang dirilis Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level tinggi di tengah dinamika geopolitik global.

Survei yang dilakukan pada 2–8 Maret 2026 dengan metode tatap muka terhadap 1.220 responden di 38 provinsi ini mencatat tingkat kepercayaan publik mencapai 75,1 persen. Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 74,9 persen, dan kepuasan terhadap pemerintahan secara keseluruhan sebesar 74,1 persen.

Tingginya tingkat kepuasan ini dipengaruhi oleh sejumlah program prioritas yang dinilai langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu yang paling menonjol adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi alasan utama kepuasan bagi 23 persen responden.

Selain itu, bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran turut berkontribusi sebesar 13,8 persen, serta faktor kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa sebesar 10,2 persen.

“Di antara (74,1 persen) publik yang mengatakan puas, (23,0 persen) mengatakan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian karena bantuan pemerintah yang tepat sasaran (13,8 persen), dan kepemimpinan tegas dan berwibawa (10,2 persen),” ujar Peneliti Poltracking Yoki Alverto pada Senin (13/4/2026).

Dari sisi kinerja pemerintahan, mayoritas responden menilai pemerintah berhasil menjaga stabilitas nasional. Sebanyak 77,8 persen publik menilai pemerintah sukses menjaga kerukunan antarumat beragama, diikuti 69,9 persen yang menilai keberhasilan dalam menjaga keamanan, serta 69,4 persen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Secara geografis dan demografis, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan juga terlihat merata. Mayoritas masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Bali dan Papua, menunjukkan kecenderungan puas. Hal serupa juga terlihat pada seluruh kelompok pendidikan dan usia.

Program MBG menjadi program paling dirasakan manfaatnya oleh publik dengan tingkat pengakuan sebesar 36,5 persen. Tingkat awareness terhadap program ini juga tinggi, mencapai 88 persen. Namun, survei mencatat masih terdapat 35,8 persen responden yang menyatakan belum puas terhadap pelaksanaannya.

Di sisi lain, terdapat catatan kritis dari publik terkait kebijakan tertentu. Sebanyak 40,7 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap keputusan pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BOP).

Dalam evaluasi lembaga negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi institusi dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 77,6 persen, diikuti lembaga kepresidenan sebesar 64,1 persen dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 62,9 persen.

Survei ini juga memotret peta elektoral menuju 2029. Nama Prabowo Subianto masih menjadi tokoh paling diingat publik sebagai calon presiden dengan angka 32,9 persen, disusul Dedi Mulyadi (13,5 persen) dan Anies Baswedan (9,2 persen). Sementara untuk calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka memimpin dengan 26,8 persen.

Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amrawi, menyebut hasil ini merupakan gambaran terkini persepsi publik yang masih sangat dinamis.

“Temuan ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada awal Maret 2026. Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan konstelasi yang akan terus bergulir,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply